Tugas PK 5
BAB 3 & BAB 4
BAB 3
PENGALAMATAN IP
IP address
merupakanalamat yang diberikankepadakomputer-komputer yang
terhubungdalamsuatujaringan. IP address terdiridariduabagian, yaitu Network ID
dan Host ID. Network ID menentukanalamatdalamjaringan (network address)
sedangkan Host ID menentukanalamatdariperalatanjaringan yang
sifatnyaunikuntukmembedakanantarasatumesindenganmesin yang lain.
·
MACAM-MACAM ALAMAT IP
a) IP Publik
Sebuah
alamat IP Public yang ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada
internet dimana setiap IP adalah unik. Maka tidak bisa ada dua komputer dengan
alamat IP Public yang sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan
komputer untuk “menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaran informasi.
Pengguna
tidak memiliki kontrol atas alamat IP (Public) yang diberikan ke komputer.
Alamat IP Public ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider
secara langsung setelah komputer terhubung ke gateway Internet.
Alamat IP Public dibagi menjadi 2 :
1. Alamat
IP public static artinya alamat yang tidak dapat berubah dan digunakan terutama
untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet.
2. Alamat
IP Public yang dinamis dipilih dari sebuah pool yang tersedia pada alamat dan
perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke Internet.
b) IP Private
Sebuah
alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat
IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN).
Berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi
(jaringan lokal) :
Ø Kelas
A
: 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
ØKelas
B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
ØKelas C :
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)
Ø Kelas
D :
224.0.0.0 – 239.255.255.255 (Multitasking)
Ø Kelas
E :
24.0.0.0 – 255.255.255.255 (Eksperimen)
c) IP Unicast
Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat
IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah
dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah
alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan
skema subnet mask.
d) IP Broadcast
Alamat network
broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset
semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan
kelas (classful).
Contoh :
Dalam
NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat
network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk
semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis
kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan
alamat network broadcast.
Info :
Alamat subnet
broadcast : Tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas
alamat IP.
Alamat network broadcast :
tidak terdapat didalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
e) IP Multicast
Alamat
IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk
menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam
sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket
yang ditujukan ke sebuah alamatmulticast akan diteruskan oleh router ke
sub jaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi
"listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke
alamat multicast tersebut.
Dengan
cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan
paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi.
Contoh :
Alamat-alamat
multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D yakni :
224.0.0.0/4,
yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255.
Prefiks
alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat
digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam
subnet local.
·
Cara
Memperoleh IP
a.
IP
statis yaitu IP yang dedicated dengan sebuah PC, computer atau
perangkat networking lain (misal router). Alamat IP statik adalah sebuah
pemberian alamat IP yang tidak pernah berubah. Alamat IP statik penting karena
server memakai alamat IP ini dan mungkin mempunyai pemetaan DNS menunjuk kepada
server tersebut, dan biasanya memberikan informasi kepada mesin lain (seperti
email server, web server, dll. ). Blok alamat IP statik mungkin diberi oleh ISP
anda, baik dengan permintaan atau otomatis bergantung pada cara anda hubungan
ke Internet.
Setting
TCP/IP Static
1.
Click Start, Control Panel
2.
Double-Click Icon Network Connection
3.
Click-kanan pada icon Local Area Connection, pilih properties
4.
Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotakdialog Local
Area Connection,sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP)
Protocol
5.
Click use the following IP Address , Masukkan alamat IP. Misalalamat IP
computer 1
adalah
192.168.1.1 dan komputer 2 adalah 192.168.1.2 dst, dengan subnet mask
255.255.255.0
6.
Setelah setting TCP/IP ini telah dimasukkan, click OK untuk menutup kotak dialog
Internet Connection (TCP/IP) Properties.
7.
Click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”
8.
Click Start, Run, sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD, click OK
9. Di
kotak dialog CMD, ketikkan : ipconfig untuk melihat IP anddres anda.
10.
Lakukan test ping koneksi dengan computer sebelah (computer dengan ip address
192.168.1.2, 192.168.1.3, dsb), dengan mengetik pada commmand prompt "ping
192.168.1.2"
b.
IP
dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari
sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah. Alamat IP
dinamik diberikan oleh ISP untuk node yang tidak permanen terhubung ke
Internet, seperti komputer di rumah, komputer yang menggunakan sambungan
dial-up. Alamat IP dinamik diberi secara otomatis menggunakan protokol Dynamic
Host Configuration Protocol (DHCP), atau Point-to-Point Protocol (PPP),
bergantung pada tipe sambungan Internet. Node yang menggunakan DHCP terlebih
dulu meminta alamat IP dari jaringan, dan otomatis mengkonfigurasi antar muka
jaringannya. Alamat IP bisa diberi secara acak dari sebuah kumpulanalamat IP
dari ISP anda, atau mungkin diberi menurut sebuah kebijakan. Alamat IP yang
diberi oleh DHCP berlaku untuk waktu yang ditetapkan (dikenal sebagai waktu sewa
/ leased time). Node harus memperbarui sewa DHCP sebelum waktu sewa berakhir.
Segera setelah memulai lagi, node mungkin menerima alamat IP yang sama atau
yang berbeda dari kumpulanalamat IP yang tersedia.
IP
Dinamic merupakan ip yg tidak tetap, untuk konfigurasi ini membutuhkan DHCP
server
sebagai
pemberi ip kepada setiap mesin komputer.
Setting
TCP/IP Dinamic
1.
Click Start, Control Panel
2.
Double-Click Icon Network Connection
3.
CIick-kanan pada icon Local Area Connection, pilih properties
4.
Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotakdialog Local
Area Connection,sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP)
Protocol
5.
Click opstain an IP adrees automatically
6.
Click OK untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties.
7.
Click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”
8.
Click Start, Run, sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD, click OK
9. Di
kotak dialog CMD, ketikkan : ipconfig untuk melihat IP anddres anda. IP Static
adalah ip yang dapat disetting sendiri sehingga alamatnya tetap atau tidak
berubah-ubah.
BAB 4
INTERAKSI SERVER-CLIENT
A.
TCPdan UDP
·
TCP
singkatan
dari Transmission Control Protocol ~ protokol kontrol transmisi. Ini
diimplementasikan pada lapisan transport dari model IP/TCP dan digunakan untuk
membuat suatu koneksi yang baik dan dapat diandalkan.TCP merupakan salah satu
protokol yang mengemas data ke dalam paket. Kemudian paket tersebut ditransfer
ke ujung jauh dari koneksi menggunakan metode yang tersedia pada lapisan bawah.
Pada ujung yang lain, dapat terjadi proses pemeriksaan kesalahan, permintaan
potongan / bagian data tertentu untuk ditolak, dan mengumpulkan kembali
potongan-potongan informasi / data tersebut menjadi satu bagian utuh yang logis
untuk kemudian dikirim ke lapisan aplikasi.Protokol ini membangun sebuah
koneksi sebelum dilakukan transfer data menggunakan sistem yang disebut
three-way handshake. Ini adalah cara bagi kedua ujung / node untuk
berkomunikasi untuk saling melakukan permintaan data dan saling menyepakati
metode untuk memastikan keabsahan data.Setelah data dikirim, koneksi diputuskan
menggunakan four-way handshake yang sama .TCP adalah protokol pilihan untuk
sebagian besar penggunaan yang paling populer di internet, termasuk WWW, FTP,
SSH, dan email. Dapat dikatakan, internet yang kita kenal sekarang ini tidak
akan pernah ada tanpa adanya TCP.
·
UDP
singkatan
dari User Datagram Protocol ~ protokol pengguna datagram. Ini adalah protokol
pendamping yang populer untuk TCP dan juga diimplementasikan pada lapisan
transport.Perbedaan mendasar antara UDP dan TCP adalah bahwa UDP menawarkan
transfer data tanpa pengecekan kualitas pengiriman. UDP tidak memverifikasi
apakah suatu data telah diterima di ujung lain dari koneksi atau tidak. Ini
mungkin terdengar sebagai hal yang buruk. Namun, hal ini juga sangat penting
untuk beberapa fungsi.Karena tidak perlu menunggu adanya konfirmasi bahwa data
telah diterima dan dipaksa untuk mengirim ulang data, UDP menjadi jauh lebih
cepat daripada TCP. UDP tidak membuat koneksi dengan suatu host remote, ia
langsung melakukan pengiriman data ke host tersebut dan tidak peduli diterima
atau tidak data tersebut.Karena ini merupakan transaksi yang sederhana, maka
akan sangat berguna untuk melakuan koneksi sederhana seperti query untuk
informasi sumber daya jaringan. UDP juga tidak mempertahankan suatu keadaan
(state), yang membuatnya sangat bagus untuk melakukan transmisi data suatu
komputer ke banyak klien secara real time. Ini membuatnya ideal untuk VOIP,
game, dan aplikasi-aplikasi lainnya yang tidak menghendaki adanya delay.
B.
penomoran
port TCP/IP
Dilihat
dari penomorannya, port UDP dan TCP dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai
berikut:
·
Well-known Port: yang pada awalnya berkisar
antara 0 hingga 255 tapi kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga
1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan
layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number
Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range
Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh
layanan yang bakal ada di masa depan. Well-known port didefinisikan dalam RFC
1060.
·
Registered Port: Merupakan Port-port yang
digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk
mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga
diketahui dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen,
sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range
registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya
adalah Dynamically Assigned Port.
·
Dynamically Assigned Port: merupakan port-port
yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani
request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port
berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai
kebutuhan.
C.
Layanan
server
1.
Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi
service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan
salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN
(Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya
digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau
e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address.
Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private
network atau internet.
2.
Web Server adalah sebuah perangkat lunak server
yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal
dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk
halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Salah satu server web
yang terkenal di linux adalah Apache. Apache merupakan server web antar
platform yang dapat berjalan di beberapa platform seperti linux dan windows.
Web Server juga merupakan sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk
internet. Server disebut juga dengan host. Agar anda dapat memasukkan web yang
anda rancang ke dalam internet, maka anda harus memiliki ruangan terlebih
dahulu dalam internet, dan ruangan ini disediakan oleh server
3.
FTP Server adalah suatu server yang menjalankan
software yang memberikan layanan tukar menukar file dengan selalu siap
memberikan layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client.
4.
Mail server adalah Perangkat lunak program yang
mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang
dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa
FTP
5.
Pengirim pesan instan (biasanya disebut dengan
IM atau Instant Messenger) merupakan perangkat lunak yang memfasilitasi
pengiriman pesan singkat (instant messaging), suatu bentuk komunikasi secara
langsung antara dua orang atau lebih menggunakan teks yang diketik.
Teks dikirim melalui komputer yang terhubung melalui sebuah
jaringan, misalnya Internet. Setelah penggunaan e-mail yang mengubah cara orang
berkomunikasi dari cara konvensional untuk mengirimkan surat, teknologi
pengiriman pesan singkat (instant messaging) diciptakan untuk menutupi
kelemahan e-mail yang terkadang kurang cepat dan tidak real-time.
6.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk
memudahkan pengalokasian alamat ip dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal
yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer
secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang
tersambung di jaringan akan mendapatkan alamt ip secara otomatis dari server
DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh
DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
D.
OSI
layer
Pengertian
model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang
terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi
yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO
(International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini
juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model).
Definisi
masing-masing Layer pada model OSI
7.
Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer
ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan
aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat
mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang
berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6.
Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan
oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor
(redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga
Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop
Protokol (RDP).
5.
Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat,
dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi
nama.
4.
Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta
memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali
pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat
sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan
mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3.
Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk
paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer3.
2. Data
Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi
format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi
kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media
Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana
perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2
beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak,
yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control
(MAC).
1.
Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk
mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit,
arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi
jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana
Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.